Dalam bidang teknologi informasi, desain sistem yaitu cara bagaimana suatu aplikasi atau perangkat lunak dirancang, baik dari segi struktur, tampilan, hingga cara kerjanya. Hal ini sangat menentukan apakah aplikasi tersebut akan sukses atau gagal saat digunakan.
Tapi, apa sih sebenarnya yang membedakan antara Good Design dan Poor Design? Yuk, kita bahas dengan beberapa contoh nyata!
1. Website Kementerian Komunikasi dan Digital (komdigi.go.id)
Kategori : Good Design
Analisis :
- UI/UCD: Desain bersih, modern, dan responsif. Warna-warna yang digunakan memberikan kesan profesional, dengan dominasi warna putih dan biru yang ramah mata. Elemen visual cukup minimalis namun tetap fungsional.
- Navigasi: Menu navigasi sederhana dan mudah dipahami. Pengguna langsung diarahkan ke konten utama seperti profil, program kerja, dan kontak tanpa harus banyak klik.
- Performa: Website ringan dan cepat dimuat. Gambar dan teks tampil optimal tanpa lag atau gangguan.
- Struktur Desain: Tata letak terstruktur rapi. Penempatan informasi penting seperti alamat, kontak, dan informasi lembaga sangat mudah ditemukan di bagian bawah halaman. Desain juga sudah responsif di berbagai ukuran layar.
Kesimpulan: Situs web Komdigi merupakan contoh website pemerintahan dengan desain modern dan fungsional. Pengalaman pengguna sudah diperhatikan dengan baik. Dengan penambahan dan pengelolaan konten yang lebih lengkap, kualitas keseluruhan situs ini bisa meningkat secara signifikan.
📚 Sumber Referensi
- Sari Teknologi (2019). "Ciri-ciri Good Design pada Prototipe".
https://sariteknologi.com/ciri-ciri-good-design/ - Intan Annisa (2021). "Good Design & Poor Design".
https://imkkelompok3.blogspot.com/2019/04/good-design-poor-design.html - Andrea Tru (2022). "Bad Design vs Good Design | The difference between bad, good and great design". https://youtu.be/67TBUsJYfZM?feature=shared
إرسال تعليق